"...Selamat pagi adik - adik ?? bagaimana kabarnya pagi ini ??..." Sapaan pertama yang terlontar saat memulai acara pelatihan sehari bersama anak-anak korban lahar dingin di Gempol Jumoyo Magelang.
Pagi itu saya dengan kedua teman dari Sukunan (Gatra dan Azmi) mendapat kesempatan untuk memfasilitasi pelatihan pengelolaan sampah ramah lingkungan dengan peserta anak-anak SD dan SMP. Kegiatan yang diprakarsai oleh Program HRF dengan pelaksana lapangan dari YEU Yogyakarta mencoba membuat sesuatu yang berbeda dalam hal pelatihan. Pada kesempatan ini kami merancang pelatihan tersebut dengan metode bermain untuk belajar. Sejumlah 39 anak berpartisipasi dalam kegiatan ini. Bermain adalah ciri kegiatan untuk anak-anak, sehingga dalam mengawali kegiatan ini anak-anak diajak berdiri dan bermain-main oleh Gatra untuk menarik konsentrasi dan semangat mereka.
Suasana yang tadinya terlihat tegangpun langsung sirna dengan gelak tawa anak-anak yang mulai menikmati permainan dan mengikuti instruksi fasilitator. Permainan selesai dan dilanjutkan dengan pembagian kelompok untuk melakukan pemetaan permasalahan lingkungan yang ada di huntara Jumoyo dan Larangan. Yang menarik dari kegiatan ini adalah kami menyerahkan sepenuhnya kepada anak-anak hal seperti apa yang menurut mereka itu permasalahan lingkungan. Metode yang kami lakukan, setiap kelompok (4 kelompok) dibekali dengan kamera saku dan tugasnya adalah memfoto segala hal yang mereka anggap permasalahan lingkungan.
Dengan waktu 45 menit anak-anak mulai berjalan di setiap lorong blok huntara dan mendokumentasikan apa yang mereka lihat. Kemudian setiap kelompok bercerita mengenai foto yang mereka ambil dan bagaimana cara untuk mengatasi masalah tersebut, tentunya versi anak-anak. Hal ini akan memperkuat program pengelolaan sampah yang sudah disosialisasikan kepada orang tua mereka.
Diakhir sesi mereka diajak bermain-main lagi dengan membuat kerajinan daur ulang dari sampah kertas dan botol plastik. Kami membagi menjadi 2 kelompok besar yaitu, anak dibawah kelas 5 SD membuat kerajinan daur ulang kertas menjadi gantungan kunci dan kelompok kelas 5 SD sampai SMP membuat kerajinan dari botol plastik menjadi tempat pensil. Diluar dugaan, perkiraan waktu yang diperkirakan jam 3 sore selesai ternyata meleset. Hingga jam 4 sore kegiatan belum selesai, karena antusias anak-anak mengikuti kegiatan ini. Tetapi kegiatan harus dihentikan karena mereka mempunyai jadwal untuk mengaji sore itu. Ada yang belum selesai sudah dijemput oleh orang tuanya, sehingga kerejinan mereka bawa pulang dan diselesaikan di rumah.
Kegiatan yang cukup menguras tenaga tetapi sangat menyenangkan sehingga tidak terasa capek.
Sampai ketemu lagi teman-teman, lain waktu kita bermain lagi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar